Laporan Kegiatan Pengajaran di RPTRA

Kegiatan Pengajaran di RTPRA Carina Sayang Dalam Pembelajaran Character Building Hari Ke - 1 

Laporan Character Building 

Kelas : LA 46 

Kelompok : 7 

Dosen : Arcadius benawa

Kode Dosen : D2840 

Hari, tanggal : Jumat, 13 oktober 2017 

Jam : 10.00 – 12.00

Lokasi : RPTRA Carina Sayang, Jalan Bojong Indah, Jakarta Barat 

Tim yang hadir : 
 Ketua : Yustina Octaviani Tanu (2101627502) 

Anggota : 
 1.Gabrielle Zhe (2101631033)
2. Isabel Erlina (2101626840)
2. Verent Tantia (2101630402) 
3.Kevin Lionardi (2101644710) 
4.Theresia Rewina Kumayas (2101639364) 
5.Verent Tantia (2101630402) 

Tim yang tidak hadir : Tidak ada 
        
           Di zaman sekarang, masyarakat Indonesia semakin memudar moral dan sikap dari ciri – ciri Negara Indonesia berdasarkan nilai – nilai pancasila. Untuk itu, universitas Bina Nusantara (BINUS) mengadakan mata kuliah character building bagi mahasiswanya. Hal ini bertujuan untuk membentuk kembali dan menguatkan moral mahasiswanya yang dibentuk untuk lebih baik dan sesuai dengan nilai – nilai pancasila. Hal ini karena character building adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berlandaskan nilai-nilai pancasila. Jadi dengan adanya character building, kita tidak hanya mengerti apa saja nilai – nilai yang terdapat pada pancasila, namun mahasiswa juga dituntut untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik. 

        Caranya melalui kegiatan yang mampu dimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari. Baik dalam kehidupan kampus, keluarga, dan masyarakat sekitar. Untuk itu, kami dalam character building bekerja sama dengan Teach For Indonesia (TFI) melakukan kegiatan tersebut. Kami melakukan kegiatan mengajar secara sukarela di RPTRA Carina Sayang. Persiapan kami sebelum mengajar ialah menentukan tempat yang akan dilakukan kegiatan mengajar. Setelah mendiskusikan dengan anggota tim, kami memutuskan untuk mengajukan proposal pada RPTRA Carina Syang. Setelah disetujui oleh pihak RPTRA, pihak RPTRA meminta kami untuk bebas memilih pengajaran yang akan diberikan. Meskipun demikian, pihak RPTRA memprioritaskan pengajaran bahasa Inggris. 

      Hal ini karena pihak RPTRA ingin anak – anak di lingkungan tersebut mampu bersaing di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil perundingan, ditetapkan bahwa pengajaran dan tema yang diberikan ditentukan oleh pihak tim pengajar. Namun tetap bahasa inggris menjadi bahan ajaran prioritas. Lalu jumlah anak yang telah disepakati adalah berjumlah antara tiga puluh hingga empat puluh anak yang pesertanya ditentukan oleh pihak RPTRA. Namun usia peserta dibatasi untuk kelas sekolah dasar. Berdasarkan kesepakatan bersama, pihak RPTRA dan pihak pengajar bersedia melakukan pengajaran apabila telah diinformasikan maksimal 1 minggu sebelum pelaksanaan dimulai.

Foto bersama pihak RPTRA 
 Hasil kegiatan 
Pemahaman Materi : 
 • Mengobservasi tempat kegiatan 
 • Meninjau kegiatan yang akan dilakukan bersama anak – anak 
• Meninjau kegiatan belajar menagajar anak – anak 
• Perundingan dengan pihak RPTRA 

Kesimpulan : tujuan dari kegiatan kami pada hari ini adalah melakukan observasi langsung ke pihak RPTRA serta penyerahan form kegiatan pada pihak RPTRA 

Jumlah anggota yang hadir : 6 orang





--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Laporan Character Building

Kelas : LA 46

Kelompok : 7

Dosen : Arcadius benawa

Kode Dosen : D2840

Hari, tanggal : Sabtu, 28 Oktober 2017

Jam : 10.00 – 12.00

Jumlah anak didik : 22 Orang

Lokasi : RPTRA Carina Sayang, Jalan Bojong Indah, Jakarta Barat

Tim yang hadir : 
 Ketua : Yustina Octaviani Tanu (2101627502) 

Anggota : 
 1.Gabrielle Zhe (2101631033)
2. Isabel Erlina (2101626840)
2. Verent Tantia (2101630402) 
3.Kevin Lionardi (2101644710) 
4.Theresia Rewina Kumayas (2101639364) 
5.Verent Tantia (2101630402) 

Tim yang tidak hadir :
Tidak ada

            Di zaman sekarang, masyarakat Indonesia semakin memudar moral dan sikap dari ciri – ciri Negara Indonesia berdasarkan nilai – nilai pancasila. Untuk itu, universitas Bina Nusantara (BINUS) mengadakan mata kuliah character building bagi mahasiswanya. Hal ini bertujuan untuk membentuk kembali dan menguatkan moral mahasiswanya yang dibentuk untuk lebih baik dan sesuai dengan nilai – nilai pancasila. Hal ini karena character building adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berlandaskan nilai-nilai pancasila. Jadi dengan adanya character building, kita tidak hanya mengerti apa saja nilai – nilai yang terdapat pada pancasila, namun mahasiswa juga dituntut untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik. 

         Caranya melalui kegiatan yang mampu dimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari. Baik dalam kehidupan kampus, keluarga, dan masyarakat sekitar. Untuk itu, kami dalam character building bekerja sama dengan Teach For Indonesia (TFI) melakukan kegiatan tersebut. Kami melakukan kegiatan mengajar secara sukarela di RPTRA Carina Sayang.

       Pada pertemuan pertama, kami melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum melakukan pengajaran. Sebelum waktu keberangkatan, kami melakukan pengarahan untuk menentukan peran masing – masing dalam pengajaran ini. peran yang ada adalah moderator yang bertugas sebagai pembawa acara, operator dan juru kamera yang membantu dalam proses pengajaran, serta pembagian tingkatan untuk pengajaran. Pada pertemuan pertama, bahan yang akan dibawa adalah perkenalan namun dikemas dengan bahasa inggris. Selain itu, di pertemuan pertama ini, tim menyiapkan camilan kecil untuk dapat dinikmati oleh anak – anak.

      Sebelum pengajaran dilakukan, anak – anak berdoa terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah sumpah pemuda. Hal ini karena pengajaran dilakukan tepat pada tangga 28 oktober. Kemudian dialnjutkan dengan perkenalan tim kepada anak – anak yang dilanjutkan dengan pengenalan diri anak anak. Karena peserta di hari itu adaalh anak – anak campuran dari berbagai kelas dan sekolah.

pembacaan naskah sumpah pemuda oleh anak di RPTRA   


Perkenalan dengan anak - anak



Anak – anak mendengarkan instruksi dengan tenang dan tertib
Setelah itu, anak – anak diajak untuk bermain permainan kecil yang disertai nyanyian. Hal ini agar tim mampu lebih dekat dengan anak – anak. Terlihat anak – anak sangat gembira dan mulai adanya antusiasme. Kemudian tim memberikan sedikit video edukasi bagi anak – anak. Tak hanya sekadar menikmati video yang diputar, namun tim juga memberikan pertanyaan bagi anak – anak dari video tersebut. Tujuannya agar anak – anak bisa lebih focus dan konsentrasi untuk menerima materi yang akan dibawakan. Dari kegiatan ini, banyak anak – anak yang berlomba – lomba untuk menjawab pertanyaan dari tim. Karena anak yang telah menjawab akan menjawab hadiah, meskipun jawaban anak kurang tepat. Namun hadiah yang diberikan oleh anak akan berbeda antara menjawab tepat dengan yang kurang tepat. Tujuannya agar si anak tidak malu untuk menyampaikan pendapatnya di kemudian hari.



Anak – anak diajak untuk bermain games agar tetap focus


Anak – anak menyaksikan video edukasi yang diberikan oleh kami

             Lalu kegiatan dilanjutkan dengan pemisahan kelas berdasarkan kelasnya. Namun ada beberapa anak yang harus pindah kelas akrena adanya perbedaan kemampuan bahasa inggris di sekolahnya. Hal ini terjadi bagi anak kelas 3 SD dan 4 SD di sekolah dasar negeri yang harus berada di kelas 1 SD dan 2 SD karena mereka belum mendapat kelas bahasa inggris di sekolahnya. Alhasil terjadi penumpukan anak di kelas 1 SD dan 2 SD.

             Pemisahan kelas dilakukan atas 3 tingkatan, yaitu kelas 1 dan 2 SD, 3 dan 4SD, 5 dan 6 SD. Untuk kelas 1 SD dan 2 SD, materi yang diberikan adalah pengenalan kata – kata benda dalam bahasa inggris. Oleh karena itu, tim pengajar mengajak mereka bereksplorasi melalui melihat, mengamati, mendengar, dan mengucapkan ulang kata benda di sekitar yang dipandu oleh tim pengajar.

            Untuk kelas 3 SD dan 4 SD, materi yang diberikan adalah pengenalan kalimat dalam bahasa inggris. Pengajaran dilakukan dengan menggunakan kertas dan ditampilkan kepada anak – anak. Kemudian dijelaskan bagaimana cara membuat kalimat yang baik dan benar dalam kaidah bahasa inggris.
           Untuk kelas 5 SD dan 6 SD, materi yang diajarkan adalah grammar dalam bahasa inggris. Selain itu, tim pengajar menyadari bahwa anak – anak pada tingkatan ini belum dapat membaca bahasa inggris dengan baik dan benar. Untuk itu, tim pengajar mengajari bagaimana cara membaca yang baik menggunakan bacaan dari buku yang tersedia di RPTRA tersebut dan buku paket yang ada.
Acara diakhiri dengan pembagian camilan kecil bagi anak – anak dan berpamitan dengan tim. Namun sebelumnya dilakukan sesi foto bersama sebagai tanda sudah dialkukannya kegiatan pengajaran di pertemuan pertama ini.


Foto bersama dengan para anak - anak dan juga pihak dari RPTRA

Hasil kegiatan
A.      Pemahaman materi
·         Pengenalan binatang dengan Bahasa inggris : sebgaian besar anak sudah mengenal dengan baik
·         Masih ada anak yang memiliki tingkat kelas yang sama namun tingkatan dalam Bahasa inggris yang jauh berbeda.
·         Anak – anak masih sulit dalam menggucapkan kalimat Bahasa inggris yang benar
B.      Sikap anak pada saat pembelajaran 
·         Awal : anak – anak masih merasa malu untuk menjawab pertanyaan dari kami
·         Akhir : anak – anak sudah dapat diajak untuk berinteraksi dan semangat

Kesimpulan : tujuan dari kegiatan kami pada hari ini adalah meningkatkan dan menambah pengetahuan anak dalam bidang Bahasa inggris

Perbaikan yang akan dilakukan : lebih meningkatkan pembelajaran anak dalam reading dan speaking

Jumlah anggota yang hadir : 6 orang


Jumlah peserta didik : 22 orang





--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kegiatan Pengajaran di RTPRA Carina Sayang Dalam Pembelajaran Character Building Hari Ke - 3

Laporan Character Building

Kelas : LA 46

Kelompok : 7

Dosen : Arcadius benawa

Kode Dosen : D2840

Hari, tanggal : Jumat, 10 November 2017

Jam : 10.00 – 12.00

Jumlah anak didik : 41 Orang

Lokasi : RPTRA Carina Sayang, Jalan Bojong Indah, Jakarta Barat

Tim yang hadir : 
 Ketua : Yustina Octaviani Tanu (2101627502) 

Anggota : 
 1.Gabrielle Zhe (2101631033)
2. Isabel Erlina (2101626840)
2. Verent Tantia (2101630402) 
3.Kevin Lionardi (2101644710) 
4.Theresia Rewina Kumayas (2101639364) 
5.Verent Tantia (2101630402) 

Tim yang tidak hadir :
Tidak ada

        Di zaman sekarang, masyarakat Indonesia semakin memudar moral dan sikap dari ciri – ciri Negara Indonesia berdasarkan nilai – nilai pancasila. Untuk itu, universitas Bina Nusantara (BINUS) mengadakan mata kuliah character building bagi mahasiswanya. Hal ini bertujuan untuk membentuk kembali dan menguatkan moral mahasiswanya yang dibentuk untuk lebih baik dan sesuai dengan nilai – nilai pancasila. Hal ini karena character building adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berlandaskan nilai-nilai pancasila. Jadi dengan adanya character building, kita tidak hanya mengerti apa saja nilai – nilai yang terdapat pada pancasila, namun mahasiswa juga dituntut untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik. 

       Caranya melalui kegiatan yang mampu dimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari. Baik dalam kehidupan kampus, keluarga, dan masyarakat sekitar. Untuk itu, kami dalam character building bekerja sama dengan Teach For Indonesia (TFI) melakukan kegiatan tersebut. Kami melakukan kegiatan mengajar secara sukarela di RPTRA Carina Sayang.

       Pada pertemuan kedua, persiapan yang kami lakukan adalah membuat lembar kerja yang telah disesuaikan dengan tingkatan. Pada lembar kerja, tema telah disesuaikan dengan materi dari tim pengajar. Selain itu, pada setiap lembar kerja diberi ilustrasi yang menarik yang dapat diberi warna oleh anak – anak. Hal ini bertujuan agar anak – anak dapat semangat dalam menyelesaikan lenbar kerja.

anka - anak sekolah Carina Sayang duduk rapi dan tertib dalam mendengarkan kami

perkenalan bersama anak - anak sekolah Carina Sayang 

         Acara dimulai dengan memberi sedikit permainan agar anak – anak dapat semangat. Lalu acara dilanjutkan dengan pemisahan kelas. Pemisahan dilakukan sesuai tingkatan yang telah dilakukan pada pertemuan pertama. Kegiatan pada pertemuan ini tidak terlalu terhambat. Hal ini karena semua pesertanya berasal dari sekolah yang sama, yaitu Carina Sayang. Semua anak mengerjakan dengan penuh antusiasme. Anak – anak senang karena bisa mendapatkan materi bahasa inggris di luar materi yang telah diajarkan. Sehingga mereka merasa mendapatkan pengetahuan baru yang bisa menambah wawasan.

interaksi dalam pembelajaran bahasa inggris secara kelmpok

pendalam materi bahasa inggris oleh anggota kami

       Dalam kegiatan ini, semua dapat berjalan dengan baik. Hanya saja ada beberapa kendala. Pertama, pengajar diberikan anak yang memiliki kelainan mental, yaitu Justin. Karena pengajar belum pernah mendapat pengalaman ini, pengajar pun mencoba bertanya kepada guru yang mendampinginya. Beruntung guru dan teman – teman sekitarnya membantu untuk mengarahkan Justin. Kedua, terkadang pengajar menemukan anak yang pasif dan apatis dengan kehadiran pengajar. Sehingga pengajar kesulitan mengahadapi anak – anak tersebut.

      Pengajaran diakhiri dengan kegiatan bersama. Beberapa anak berinisiatif untuk menampilkan nyanyian dengan gaya mereka. Tentunya muncul humor di kegiatan tersebut. Selain itu mereka mengajak tim untuk bermain bersama dan mereka meminta tanda tangan dari anggota setiap tim sebagai kenang – kenangan. Bahkan beberapa anak menanyakan nomor telepon maupun social media untuk dapat berkomunikasi. Acara diakhiri dengan melakukan sesi foto bersama.

Hasil kegiatan
A.      Pemahaman materi
·         Pembelajaran dengan pemberian materi Bahasa inggris diluar materi sekolah
·         Masih ada anak yang kesulitan dalam membaca kata dalam Bahasa inggris
·         Pengajaran mengalami kesulitan dalam memberikan pelajaran kepada seorang anak yang mengalami kelainan mental

B.      Sikap anak pada saat pembelajaran 
·         Awal : anak – anak masih diam dan sulit untuk berinteraksi
·         Akhir : anak – anak sudah dapat diajak untuk berinteraksi dan antusias yang tinggi

Kesimpulan : tujuan dari kegiatan kami pada hari ini adalah meningkatkan dan menambah pengetahuan anak dalam bidang Bahasa inggris dan memberikan semangat kepada anak – anak agar tidak jenuh dalam belajar

Perbaikan yang akan dilakukan : meningkatkan pembelajara inggris dalam speaking dan reading

Jumlah anggota yang hadir : 6 orang


Jumlah peserta didik : 35 orang





--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kegiatan Pengajaran di RTPRA Carina Sayang dalam Pembelajaran Character Building Hari ke - 4


Laporan Character Building

Kelas : LA 46

Kelompok : 7

Dosen : Arcadius benawa

Kode Dosen : D2840

Hari, tanggal : Jumat, 17 November 2017

Jam : 10.00 – 12.00

Jumlah anak didik : 40 Orang

Lokasi : RPTRA Carina Sayang, Jalan Bojong Indah, Jakarta Barat

Tim yang hadir : 
 Ketua : Yustina Octaviani Tanu (2101627502) 

Anggota : 
 1.Gabrielle Zhe (2101631033)
2. Isabel Erlina (2101626840)
2. Verent Tantia (2101630402) 
3.Kevin Lionardi (2101644710) 
4.Theresia Rewina Kumayas (2101639364) 
5.Verent Tantia (2101630402) 

Tim yang tidak hadir :
Tidak ada

      Di zaman sekarang, masyarakat Indonesia semakin memudar moral dan sikap dari ciri – ciri Negara Indonesia berdasarkan nilai – nilai pancasila. Untuk itu, universitas Bina Nusantara (BINUS) mengadakan mata kuliah character building bagi mahasiswanya. Hal ini bertujuan untuk membentuk kembali dan menguatkan moral mahasiswanya yang dibentuk untuk lebih baik dan sesuai dengan nilai – nilai pancasila. 

      Hal ini karena character building adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berlandaskan nilai-nilai pancasila. Jadi dengan adanya character building, kita tidak hanya mengerti apa saja nilai – nilai yang terdapat pada pancasila, namun mahasiswa juga dituntut untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Caranya melalui kegiatan yang mampu dimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari. Baik dalam kehidupan kampus, keluarga, dan masyarakat sekitar. 

      Untuk itu, kami dalam character building bekerja sama dengan Teach For Indonesia (TFI) melakukan kegiatan tersebut. Kami melakukan kegiatan mengajar secara sukarela di RPTRA Carina Sayang.

      Pada pertemuan ketiga, persiapan yang kami lakukan adalah membuat lembar kerja lanjutan yang telah disesuaikan dengan tingkatan. Tak hanya lembar kerja lanjutan, tim pun diberi arahan untuk mendampingi anak – anak yang sama dengan pertemuan kedua dan menyiapkan materi lain selain bahasa inggris.
        
      Acara dimulai dengan memberi sedikit permainan agar anak – anak dapat semangat. Lalu acara dilanjutkan dengan pemisahan kelas. Pemisahan dilakukan sesuai tingkatan yang telah dilakukan pada pertemuan kedua. Kegiatan pada pertemuan ini tidak terlalu terhambat. Hal ini karena semua pesertanya berasal dari pertemuan sebelumnya.

         Dalam kegiatan ini, semua dapat berjalan dengan baik. Semua anak mengerjakan lembar kerja dengan baik. Tak hanya itu, beberapa kelas yang memiliki tugas dari guru di sekolahnya diajarkan oleh pengajar. Tidak hanya tugas bahasa inggris, namun juga tugas pelajaran yang lainnya, seperti matematika.
pemberian lembar kerja kepada anak - anak sekolah Carina Sayang
anggota kami membantu anak - anak mengerjakan tugas sekolah

         Pengajaran diakhiri dengan kegiatan bersama. Banyak dari anak – anak yang meminta untuk mengajarkan kerajinan tangan di pertemuan berikutnya. Oleh karena itu, sambil bersenda gurau, anak anak diajak untuk berdiskusi, kerjainan tangan apa yang ingin diajarkan berikutnya. Namun banyak anak – anak yang kebingungan untuk menentukan kerjainan yang ingin diajarkan. Namun tim tetap mengajak anak – anak untuk menentukan kerajinan yang ingin diajarkan. Karena bagi tim, sejak kecil anak – anak harus diajarkan keberaninan untuk berbicara namun tetap bertanggung jawab.

        Meskipun akhirnya mereka belum mampu untuk menentukan kerjainan yang ingin diajarkan, namun tim bangga dengan anak – anak karena mau menyampaikan keinginannya untuk belajar membuat kerjainan tangan. Akhirnya anak – anak berpamitan dengan tim.

anank - anak berbaris untuk kembali ke sekolah Carina Sayang

Hasil kegiatan
A.      Pemahaman materi
·         Pembelajaran dengan pemberian lembar kerja, semua anak dapat mengerjakannya dengan baik
·         Masih ada anak yang kesulitan dalam membaca kata dalam Bahasa inggris
·         Anak – anak masih sulit dalam menggucapkan kalimat Bahasa inggris yang benar
B.      Sikap anak pada saat pembelajaran 
·         Awal : anak – anak masih diam dan sulit untuk berinteraksi
·         Akhir : anak – anak sudah dapat diajak untuk berinteraksi

Kesimpulan : tujuan dari kegiatan kami pada hari ini adalah meningkatkan dan menambah pengetahuan anak dalam bidang Bahasa inggris dan memberikan semangat kepada anak – anak agar tidak jenuh dalam belajar

Perbaikan yang akan dilakukan : melakukan kegiatan kreatifitas bersama anak - anak

Jumlah anggota yang hadir : 6 orang

Jumlah peserta didik : 40 orang


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kegiatan Pengajaran di RTPRA Carina Sayang dalam Pembelajaran Character Building Hari ke - 5


Laporan Character Building

Kelas : LA 46

Kelompok : 7

Dosen : Arcadius benawa

Kode Dosen : D2840

Hari, tanggal : Selasa, 19 Desember 2017

Jam : 09.00 – 11.00

Jumlah anak didik : 18 Orang

Lokasi : RPTRA Carina Sayang, Jalan Bojong Indah, Jakarta Barat

Tim yang hadir : 
 Ketua : Yustina Octaviani Tanu (2101627502) 

Anggota : 
 1.Gabrielle Zhe (2101631033)
2. Isabel Erlina (2101626840)
2. Verent Tantia (2101630402) 
3.Kevin Lionardi (2101644710) 
4.Theresia Rewina Kumayas (2101639364) 
5.Verent Tantia (2101630402) 

Tim yang tidak hadir :
Tidak ada

      Di zaman sekarang, masyarakat Indonesia semakin memudar moral dan sikap dari ciri – ciri Negara Indonesia berdasarkan nilai – nilai pancasila. Untuk itu, universitas Bina Nusantara (BINUS) mengadakan mata kuliah character building bagi mahasiswanya. Hal ini bertujuan untuk membentuk kembali dan menguatkan moral mahasiswanya yang dibentuk untuk lebih baik dan sesuai dengan nilai – nilai pancasila. Hal ini karena character building adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berlandaskan nilai-nilai pancasila. Jadi dengan adanya character building, kita tidak hanya mengerti apa saja nilai – nilai yang terdapat pada pancasila, namun mahasiswa juga dituntut untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik. 

       Caranya melalui kegiatan yang mampu dimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari. Baik dalam kehidupan kampus, keluarga, dan masyarakat sekitar. Untuk itu, kami dalam character building bekerja sama dengan Teach For Indonesia (TFI) melakukan kegiatan tersebut. Kami melakukan kegiatan mengajar secara sukarela di RPTRA Carina Sayang.

         Pada pertemuan keempat, tim menyiapkan berbagai perseiapan. Tim meyiapkan bingkisan bagi anak – anak RPTRA sebagai kenang – kenangan dari tim pengajar. Lalu berhubungan dengan hari ibu, dan pengambilan raport, maka tim memutuskan untuk membuat kerjainan yang berhubungan dengan hari ibu. Maka tim menyiapkan contoh pembuatan kartu ucapan yang tingkat kesulitannya ditentukan oleh tingkatan kelas. Selain itu, aksesori wajib juga disiapkan oleh tim. Aksesori yang dibuatkan adalah 1 set pola bunga mawar yang sudah digambar dan 1 tusuk gigi. Selain itu juga disiapkan wallpaper untuk diaplikasikan pada kartu. Alat – alat seperti gunting, lem, perekat, spidol, pena, dan pensil warna telah disiapkan oleh tim.

          Acara diawali dengan menanyakan keadaan anak mengenai raport dan menanyakan kabar ibu di rumah atau yang berada di sampingnya. Hal ini agar anak merasa dipedulikan. Sehingga tim tidak dianggap seperti orang asing. Pada kali ini, tim memperbolehkan para orang tua untuk ikut dalam kegiatan ini.

          Kemudian acara dilanjutkan dengan pemisahan kelas berdasarkan tingkatan dan selera anak untuk membuat kartu ucapannya. Pada tingkat mudah,  anak hanya diminta untuk menggunting pola kartu beserta wallpaper yang telah dipilih. Kemudian si anak harus menempelkan pola tersebut dengan wallpaper dengan perekat ataupun lem. Setelah itu, si anak akan menuliskan ucapannya kepada ibu. Jika sudah, maka si anak akan mewarnai aksesori wajib, yaitu bunga mawar. Kemudian pola bunga akan digunting dan tusuk gigi ditancapkan bpada bunga tersebut. Setelah itu, bunga akan ditempelkan pada sisi tengah kartu ucapan. Meski bagi tim mudah, namun bagi anak – anak tersebut pekerjaan ini bukanlah hal yang mudah. Terbukti banyak anak – anak yang harus mengulang beberapa bagian pekerjanya. Terutama pada saat menggunting pola dengan wallpapernya.

anak - anak antusias dalam membuat kartu ucapan 

      Kemudian pada tingkat sulit, anak akan diminta untuk membentuk kartunya agar menjadi kartu 3 dimensi. Anak – anak akan diarahkan untuk melipat kertas sehingga bentuknya menjadi 4 bagian. Kemudian bagian 2 dan 3  / tengah disatukan dengan perekat. Kemudian bagian yang telah disatukan dibentuk pola hingga nantinya dignuting dan terlihat bentuk 3 dimensi. Lalu sisanya anak – anak diminta untuk menentukan sendiri ucapan dan desainnya. Hal ini agar anak – anak bebas mengekspresikan dirinya tanpa ada rasa malu. Karena tim selalu mengapresiasi hasil karya anak – anak. Kesulitan anak – anak adalah membentuk kartunya. 

anak - anak mendengarkan instruksi dengan baik

      Terbukti dari banyaknya anak – anak yang harus mengulang. Selain itu dalam menentukan pola, banyak anak – anak yang kebingungan untuk menentukan pola pada 3 dimensinya. Sehingga tim pun membantu untuk menggambarnya berdasarkan permintaan anak tersebut. Pada saat menggunting pola 3 dimensi, tim pun memberi pengarahan agar hasil potongannya tidak terlepas dari kartunya.

anak - anak senang dapat membuat kartu ucapan untuk ibunya

      Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan bagi anak – anak yang telah menyelesaikan pembuatan kartu ucapan untuk hari ibu. Tim pun mengatakan bahwa kartu ini dapat dijadikan refrensi untuk membuat kartu ucapan natal. Akhirnya tim berfoto bersama untuk terakhir kalinya dalam kegiatan pengajaran ini.  
Hasil kegiatan
A.      Pemahaman materi
·         Meningkatkan kreatifitas anak – anak dalam kegiatan kerajinan tangan
·         Menambah pengetahuan dalam bidang kreatifitas
·         Anak – anak rapih dan tertib dalam mendengarkan instruksi dari kami
B.      Sikap anak pada saat pembelajaran 
·         Awal : anak – anak masih merasa malu untuk menjawab pertanyaan dari kami
·         Akhir : anak – anak sudah dapat diajak untuk berinteraksi dan semangat

Kesimpulan : tujuan dari kegiatan kami pada hari ini adalah meningkatkan kreativitas dan menambah pengetahuan anak  dalam bidang kerajinan tangan serta memberikan semangat agar anak tidak jenuh dalam belajar

Jumlah anggota yang hadir : 6 orang

Jumlah peserta didik : 35 orang

demikian pengalam kami dalam proses pengajaran di RTPRA Carina Sayang. dengan demikian pengajaran kami di RTPRA Carina Sayang pun berakhir pada hari kelima. berdasarkan pengalaman kami fasilitas di RTPRA sudah memadai untuk kegiatan belajar mengajar. Suasana yang menyenangkan serta guru - guru yang ramah kepada kami. semoga laporan dari kelompok kami bermanfaat bagi semua pembaca.Sekian laporan dari kami mohon maaf bila ada kesalahan dalam pengetikan atau kesalahan lainnya. Terima kasih atas waktu yang diberikan untuk membaca blog kami. 

Komentar